Dihadapan Penyuluh dan Kader KB Kabupaten Bone, Ajiep Padindang Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI

SOROTMAKASSAR -- Bone.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kembali dilaksanakan Anggota MPR RI Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM, dengan segmen Penyuluh dan Kader KB Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang berlangsung di Baruga Maccoppo Tellue jl. Sungai Asahan No. 1B Watampone, Kabupaten Bone, (10/12/2020).

Kegiatan itu dihadiri Ketua IPeKB Kabupaten Bone, Krisna Ismaya, beserta 150 orang Penyuluh dan Kader KB yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bone, dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM, mengstakan, Negara kita memiliki Pancasila sebagai Ideologi Negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara, harus terus disosialisasikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pengantarnya sebelum membuka acara secara resmi, mengatakan, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan Program MPR RI untuk memasyarakatkan nilai-nilai kebangsaan.

Selanjutnya, Ajiep Padindang mengulas satu persatu materi Empat Pilar MPR RI. Dihadapan Penyuluh dan Kader KB, mantan anggota DPRD Provinsi Sulsel empat periode ini, menyampaikan Pandemi Covid-19 ini telah menguji berbagai aspek kehidupan masyarakat.

"Yang pertama diuji adalah terkait sila pertama Pancasila, aspek keberagamaan kita. Kita pernah mengalami harus beribadah dirumah karena tempat ibadah ditutup. Demikian pula pengamalan sila kedua sampai kelima diuji di era pandemi ini. Karena itu, penting untuk mengingatkan masyarakat agar menjaga ketahanan keluarga, ketahanan lingkungan masyarakat dan ketahanan bangsa," kata Ajiep Padindang.

Setelah penyajian materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Tanya jawab dan diskusi berlangsung secara serius dan dalam suasana kekeluargaan.

Ajiep Padindang, juga mengingatkan Pandemi Covid-19 yang melanda negeri kita, harus dijadikan momentum untuk meningkatkan Solidaritas dan kepekaan sosial kita yang dalam Bahasa Bugis "Pesse sibawa Siri".

Lebih jauh Ajiep menjelaskan, Nilai-nilai Pancasila yang mengajarkan kepada kita untuk hidup bersama dalam solidaritas dan kepekaan sosial. Diyakini, nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam sila-sila Pancasila tersebut bersifat universal. Nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam sila-sila Pancasila tentunya perlu tertanam di setiap hati masyarakat Indonesia. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dan patokan dalam bernegara dan bermasyarakat bagi seluruh bangsa Indonesia.

"Dalam kondisi pandemi corona saat ini, tentunya nilai-nilai Pancasila memberikan penyadaran spiritual bagi kita, menumbuhkan nilai empati, tenggang rasa dan cinta bagi sesama, menjadi perekat bagi persatuan bangsa Indonesia, menjadi penyejuk dalam kita bernegara dan bermasyarakat, dan memberikan keadilan sosial serta kesejahteraan dalam berkehidupan bernegara," pungkasnya. (rk)