SOROTMAKASSAR – Luwu Utara.
Tahapan Pilkada di Luwu Utara sudah dimulai dengan pendaftaran bakal calon Bupati/Wakil Bupati beberapa hari lalu.
Semakin dekatnya Pemilihan Kepala Daerah tersebut, Jumat (11/9/2020), Lurah Marobo, Kecamatan Sabbang, Imran Djaddung meminta warganya dalam tahapan ke depannya tidak memanas-manasi dan memancing masyarakat lainnya. Pilkada Luwu Utara (Lutra) bagi dirinya adalah pesta demokrasi yang harus disambut dengan gembira.
Tiga kandidat bakal Calon Bupati/Wakil Bupati ini nantinya maju di Pilkada memiliki niat yang baik dan sama, untuk membangun Kabupaten Luwu Utara dan ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jangan sakiti bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lutra hanya karena beda dukungan,” ujarnya.
Dirinya tidak setuju Pilkada dijadikan ajang untuk memutus tali silaturahmi, apalagi saling menjatuhkan antar sesama tim sukses. Pilkada pesta demokrasi yang harus disambut dengan gembira.
Bagi Imran, Pilkada adalah pesta rakyat lima tahun harus disambut dengan suka cita. Tidak boleh disambut dengan perkelahian, saling menjatuhkan. Jangan sampai gara-gara Pilkada warga terblok-blok. “Beda dukungan di Pilkada tidak berarti saling membenci. ”Tim sukses jangan sampai saling menjelekkan tak baik,” pesannya..
Menurutnya, siapa pun bakal menjadi pemenang di Pilkada nanti tergantung masyarakat. ”Aduk airnya tangkap ikannya. Bagaimana cara mengaduk airnya supaya ikannya muncul, saya rasa bakal calon sudah tahu,” jelasnya.
Hal sama juga disampaikan mantan Kepala Desa Marobo (dulu masih desa) Kaisar Haseng. Dia ingin Pilkada Lutra terkhusus di Kelurahan Marobo, bahkan di Kecamatan Sabbang dan Sabbang Selatan berjalan sukses dan bukan ajang untuk memutuskan tali persaudaraan gara-gara hanya beda dukungan.
Ia juga mengajak kepada masyarakat supaya memilih calon pemimpin yang bersahabat dan serta sanggup untuk membuat perubahan, dan bisa mensejahterakan masyarakat Bumi Lamaranginang julukan Kabupaten Lutra nantinya. Perubahan yang dimaksud adanya pembangunan di daerah pelosok dan pedalaman yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
Kemudian, pembangunan tersebut bisa berdampak meningkatkan perekonomian masyarakat Luwu Utara. ”Ya, masih banyak lagi perubahan berdampak langsung ke perekonomian masyarakat. Saya rasa calon pemimpin kita sudah memikirkan ke arah sana,” pesan Kaisar Haseng.
Ajakan yang disampaikan mantan Kepala Desa Marobo bertujuan untuk menghindari terjadinya golongan putih/golput pada Pilkada Luwu Utara pada 9 Desember 2020 mendatang. “Kalau sudah golput, berarti masyarakat yang memiliki hak suara tapi tidak menyalurkan haknya di bilik suara disaat memilih calon Bupati dan Wakil Bupati Lutra." Warga yang baik janganki Golput di Pilkada nanti,” ajaknya.
Selain itu, dia berharap, pada calon kandidat yang maju di Pilkada Lutra, untuk betul-betul menyampaikan visi misi agar agar masyarakat tahu. Kata dia, siapapun yang jadi Bupati dan Wakil Bupati nanti, ia berharap, mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakatnya.
”Kalau perekonomian, sudah berkembang dan maju yah, kita harapkan kepada Bupati/Wakil Bupati nanti, agar budaya Bumi Lamaranginang kita juga dikembangkan," tukas Kaisar Haseng.(yustus)