Dipertanyakan, Tersangka Kasus Korupsi di Sidrap Masih Aktif Sebagai Pejabat Pengguna Anggaran

SOROTMAKASSAR -- Sidrap.

Syahrul Syam tersangka kasus tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Sidrap, hingga berita ini diturunkan masih aktif sebagai pejabat pengguna anggaran untuk tahun anggaran 2020, meski Polda Sulsel telah menetapkan Syahrul Syam sebagai tersangka sejak bulan Februari lalu.

Hal itu diungkapkan Rahman aktifis gerakan anti korupsi di Sidrap, saat mendampingi sejumlah guru Anggota PGRI Sidrap yang menyampaikan keberatan ke publik Sidrap, karena dianggap menyudutkan PGRI Sidrap yang sudah memilih Syahrul Syam sebagai Ketua PGRI Sidrap, Senin kemarin.

“Kok tersangka kasus korupsi, masih saja tetap dipercaya menjadi pejabat pengguna anggaran daerah dan negara untuk rakyat ? Apa Bupati Sidrap, tidak takut ?,” tanya Taufikkurahman yang disapa Rahman ini, menyesalkan lemahnya sikap Bupati Sidrap H Dollah Mando kepada bawahannya.

Tiga anggota PGRI Sidrap yang menghubungi reporter media ini, mempertanyakan sikap dan kebijakan Bupati Sidrap H Dollah Mando yang tidak mau memutasi atau menonjobkan Kepala Dinas Pedidikan Kabupaten Sidrap, setelah sekian bulan bawahannya itu menyandang status tersangka kasus tindak pidana korupsi yang ditangani Polda Sulsel.

“Kami orang PGRI, tidak mau disalahkan telah memilih seorang tersangka korupsi sebagai ketua kami. Yang patut disalahkan itu, Bupati Sidrap Dollah Mando,” ujar Abdul Rahim salah seorang dari 3 guru kepada reporter media ini di Pangkajene Sidrap, Jumat (03/07/2020).

Menurut guru SMP di Kecamatan Panca Lautan ini, teman-temannya pengurus PGRI, tidak salah memilih Syahrul, karena Kadis Diknas itu selama ini menjalankan tugas dengan baik dan lancar, tidak menunjukkan kalau dia seorang tersangka kasus pidana korupsi.

“Pak Syahrul selalu berhadapan dengan kami seperti biasa, seperti tidak ada masalah serius yang dihadapinya,” ujar Abdul Rahim guru SMP di Kecamatan Pancalautan Sidrap.

Sejumlah media, Rabu kemarin memberitakan Syahrul Syam Kadis Diknas Sidrap yang berstatus tersangka tindak pidana Korupsi di Polda Sulsel, terpilih jadi Ketua PGRI Sidrap. Akibatnya, ramai diperbincangkan publik Sidrap dan mengundang polemik maupun pertanyaan.

Kasus pidana korupsi yang menjerat Syahrul bersama dua anak buahnya di Diknas Sidrap, adalah kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang digelar Polres Sidrap bulan Januari lalu. Terjaring Imelda anak buah Syahrul yang masih honorer, memungut pungutan dari para kepala sekolah di seluruh Sidrap. “Kasusnya, segera P21,” kata Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, Rabu kemarin.

Menurut Rahman, para guru atau PGRI dalam posisi benar alias tidak salah dalam memilih Syahrul Syam sebagai ketua mereka. Karena ketidaktahuan mereka dan karena mereka percaya kepada Bupati Sidrap Dollah Mando.

“Saya ketemu dengan banyak teman-teman guru. Mereka tidak percaya Pak Dollah Mando tidak mutasi atau bahkan tidak menonjobkan Pak Syahrul kalau tidak salah. Sehingga mereka yakin, memilih Pak Syahrul yang baik ke mereka, tidak masalah,” kata Rahman membela PGRI Sidrap.

Rahman yang alumni UMI Makassar ini, kemudian mengungkapkan dugaannya, bahwa ada 2 hal yang membuat Bupati Dollah Mando enggan memutasi atau menonjobkan Syahrul yang terkenal di kalangan guru, Kadis terkaya di Sidrap itu.

“Satu, karena Syahrul Syam oleh publik Sidrap termasuk menyumbang banyak untuk Dollah Mando di Pilkada kemarin. Bahkan publik Sidrap tahu, Syahrul rela lari dari kubu RMS ke kubu Dollah Mando di Pilkada kemarin. Kedua, Dollah Mando takut diseret-seret ke kasus yang menimpa Syahrul Syam itu,” ungkap Rahman yang mengaku kader Uwa Mattau aktifis LSM yang terkenal di Sidrap.

Sementara itu, Bupati Sidrap yang dihadang oleh para jurnalis seusai Sholat Jumat, dengan tegas menolak menjawab pertanyaan wartawan, dengan alasan sampai sebelum Jumat, dirinya belum terima laporan resmi tentang terpilihnya Syahrul sebagai Ketua PGRI Sidrap.

Sama dengan Bupati Sidrap, Ketua PGRI Sulsel Prof Haris Asnawi menolak berkomentar, karena pihaknya belum dapat laporan resmi dan jelas dari PGRI Sidrap. “Saya telpon kalian, jika PGRI Sulsel sudah dapat laporan resmi dari PGRI Sidrap,” pintanya kepada wartawan.

Sementara Syahrul yang dicoba dikonfirmasi, dua nomor HP yang dipegang sejumlah jurnalis di Sidrap, tidak aktif. Ketika dicoba dihubungi di kediaman pribadinya, jurnalis mendapatkan informasi dari pihak keluarga, kalau Syahrul masih di Makassar untuk urusan kantor. (hs)