SOROTMAKASSAR -- Gowa.
Anggota MPR RI Dr.H.Ajiep Padindang,SE.,MM., melaksanakan Seminar Empat Pilar Kebangsaan MPR RI dengan mengangkat Tema “Penguatan Peran Pemuda Dalam Katahanan Kehidupan Berbangsa”.
Bbekerja sama KNPI Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, seminar tersebut dilaksanakan di Kec. Bontomarannu, Jumat (21/2/2020). Turut hadir Ketua KNPI Gowa, Usman Baddu dan Ketua KNPI Kecamatan Bontomarannu, Amiruddin S.
Dalam pengantar sebelum membuka acara, Ajiep Padindang yang juga sebagai anggota DPD RI menyampaikan bahwa Seminar Empat Pilar MPR RI adalah program MPR RI untuk memasyarakatkan Pancasila sebagai Dasar Negara, UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi negara. NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara. Empat Pilar tersebut sesungguhnya merupakan Konsesus Nasional untuk menyatukan Bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk.

Dihadapan 150 orang peserta seminar, mantan anggota DPRD Sulsel 4 periode itu menyampaikan perubahan-perubahan besar yang dialami bangsa ini tidak lepas dari peran pemuda seperti Budi Utomo 1908 sampai reformasi 2008.
Sementara itu, Usman Baddu mengajak generasi muda untuk bijak menggunakan media sosial. “Medsos ibarat pisau bermata dua, karenanya kita harus selektif dan bijak menggunakan medsos,” kata Ketua KNPI Gowa.
,
Dalam sesi tanya jawab, salah satu pertanyaan mengemuka adalah bagaimana langkah kongkret menghadapi banyaknya pemuda yang apatis, hedonisme, dan konsumtif.
Menjawab pertanyaan tersebut, Ajiep Padindang mengatakan, kita harus mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan seterusnya. Pemuda harus menyadari tanggung jawabnya dalam menjaga ketahanan bangsa.
"Pemuda yang dibutuhkan dalam menjaga ketahanan bangsa ini adalah, pemuda yang menghayati dan mengamalkan Pancasila. Pemuda yang menjadi pengawal Konstitusi UUD Negara RI Tahun 1945. Pemuda yang bertanggungjawab pada keutuhan NKRI, dan Pemuda yang menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai momentum strategis untuk membina kebersamaan, kesatuan dan persatuan, "pungkas anggota MPR RI bergelar doktor tersebut. (RK)