Jelang Usia 40 Tahun, SAR Unhas Raih Dukungan Penuh dan Suntikan Motivasi dari Kasal

SOROTMAKASSAR - JAKARTA.

Demi mempererat jalinan kemanusiaan sekaligus memperkokoh sinergi di sektor kemaritiman, delegasi Tim SAR (Search and Rescue) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar audiensi resmi dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, SE, MM, M.Tr.Opsla. Pertemuan strategis ini berlangsung di Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (8/6/2026).

Suasana hangat langsung terasa saat Kasal bersama jajaran pejabat utama Mabesal menyambut hangat kedatangan perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) penyelamatan asal kampus legendaris di Indonesia Timur tersebut.

Dipimpin oleh Umar Arsal, Anggota DPR RI periode 2009-2019, Tim SAR Unhas menyampaikan salam hangat dari Rektor Unhas serta apresiasi mendalam atas dukungan konsisten yang diberikan TNI AL selama ini—baik dalam bentuk program pendidikan, pelatihan, hingga kolaborasi di berbagai misi operasi kemanusiaan.

“Kami sangat berharap Bapak Kasal berkenan hadir langsung pada perayaan puncak ulang tahun nanti. Kehadiran beliau tentu akan menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi para relawan muda di SAR Unhas,” tutur Umar penuh harap.

Sebagai informasi, momentum perayaan puncak hari jadi ke-40 SAR Unhas dijadwalkan bakal digelar pada 14 Juni 2026 mendatang di Kota Makassar.

Undangan tersebut disambut positif oleh Kasal. “Saya sangat mengapresiasi eksistensi SAR Unhas sebagai wadah kegiatan mahasiswa, termasuk rekam jejak kerja sama dengan kami selama ini. Sepengetahuan saya, SAR Unhas memang sangat aktif terjun dalam berbagai operasi penyelamatan di wilayah perairan dan laut,” ujar Laksamana Muhammad Ali.

Bagi Kasal Muhammad Ali, Makassar bukanlah wilayah yang asing karena ia pernah mengemban tugas sebagai Asisten Operasi Danlantamal VI/Makassar pada periode 2009-2010. Masa-masa dinas di Kota Daeng tersebut menyisakan memori mendalam karena ikut membentuk perjalanan karier strategisnya.

Tak hanya fokus pada tugas militer, selama menetap di Makassar Muhammad Ali juga aktif berbaur dalam kegiatan sosial masyarakat, khususnya di dunia selam. “Saya bahkan sempat terlibat langsung dalam momen pemecahan rekor yang melibatkan 200 penyelam saat itu,” kenang sang Laksamana.

Kedekatan emosional itulah yang membuat Kasal merasa memiliki ikatan kuat, terlebih saat mengetahui SAR Unhas diperkuat oleh tim penyelam yang andal untuk misi kemanusiaan. “Eksistensi SAR Unhas yang bertahan hingga kini tentu berkat sinergi banyak pihak, termasuk TNI AL. Hal ini pula yang mendasari penilaian Kepala Basarnas (BNPP) bahwa SAR Unhas layak menjadi 'role model' bagi SAR mahasiswa di seluruh Indonesia,” tambah Umar.

Dalam kesempatan yang sama, Umar juga sempat melontarkan tantangan yang tengah dihadapi SAR Unhas terkait keterbatasan armada dan peralatan operasional saat ini. Menanggapi hal itu, Kasal langsung menginstruksikan jajarannya untuk segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui divisi terkait di TNI AL. “Prinsipnya, jika ada kendala atau kebutuhan mendesak, segera koordinasikan dengan komando daerah angkatan laut (Kodaeral VI) setempat,” tegas Kasal.

Pertemuan yang berlangsung produktif tersebut ditutup dengan saling bertukar cindera mata serta sesi dokumentasi bersama. Menariknya, Kasal M. Ali juga membagikan cindera mata eksklusif berupa koin pelaut berukir namanya sendiri kepada para anggota SAR Unhas yang hadir.

Selama audiensi, Kasal didampingi oleh Wakasal Laksdya TNI Edwin, SH, M.Han, MH, serta Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan, ST, M.Si, CHRMP, M.Tr.Opsla.

Sementara itu, delegasi SAR Unhas yang mendampingi Umar Arsal terdiri dari figur-figur lintas profesi, antara lain Ir. M. Riady Bakri (edukator & pengamat burung), Bohari Kewa, SH (notaris), A. Gener Wakulu (jurnalis), Rezkiany Bouato, SE (pengusaha), dan Ir. Ardi Simpala, M.Si (pakar kelapa Indonesia). (*)