SOROTMAKASSAR - SERANG.
Eksistensi jurnalis tidak boleh dipandang sebelah mata. Pers merupakan elemen krusial dalam pilar pembangunan yang selayaknya digandeng erat oleh seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan sinergi yang konstruktif.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, saat membuka Seminar Nasional Pembangunan Provinsi Banten. Perhelatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) ini berlangsung khidmat di Hotel Aston Serang, Banten, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ia memaparkan bahwa wartawan memegang mandat sebagai penyeimbang tatanan publik yang harus senantiasa hadir membawa napas pembaruan dan perubahan positif bagi daerah.
Gagasan dan daya kritis jurnalis seringkali melampaui sekadar teori pengetahuan. Mereka adalah imajinasi yang menghidupkan realitas, layaknya pelita yang menembus kegelapan informasi. Pers berdiri tegak sebagai garda kebenaran untuk mengikis hoaks dan disinformasi.
Lebih jauh, media memiliki kecepatan dalam mengendus fakta dan menyajikannya sebagai ekspresi informasi yang bertanggung jawab.
Sosok wartawan sejatinya adalah jembatan penghubung sekaligus penyambung lidah nurani rakyat. Pers berperan sebagai saluran komunikasi timbal balik yang vital antara pemerintah dan masyarakat dalam memotret serta mengurai berbagai problematika sosial.
Tak hanya itu, pers menjalankan fungsi esensial sebagai kontrol sosial melalui kritik-kritik tajamnya. Wagub menegaskan, jika ada pihak yang merasa gentar menghadapi media, hal itu menjadi indikasi kuat adanya celah dalam transparansi dan akuntabilitas tata kelola.
Menutup arahannya, Wagub Banten mengungkapkan kebanggaannya atas kekuatan fiskal daerah, di mana APBD Provinsi Banten tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia, bahkan melampaui Jakarta dalam proporsi tertentu. Anggaran sebesar Rp11 triliun tersebut dialokasikan untuk mengakselerasi kemajuan di 8 kabupaten/kota.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sukedang, menyampaikan bahwa peringatan HPN tahun ini konsisten diisi dengan kegiatan edukatif, termasuk seminar nasional yang berfokus pada penggalian potensi lokal demi kemajuan bangsa.
Khusus pada momentum HPN kali ini, seminar tersebut membedah urgensi infrastruktur kepelabuhanan yang memiliki nilai historis panjang di tanah Banten. Agenda bergengsi ini turut dihadiri oleh para jajaran Ketua PWI dari seluruh penjuru Nusantara. (*)