Setia Menemani Langkah Pengabdian: Kisah di Balik Perpisahan Hangat Kasat Narkoba Polres Gowa

SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.

Riuh tawa dan senyuman yang menghidupkan suasana Saigon Bistro Resto di Jalan Hertasning, Makassar, Sabtu (11/7/2026), ternyata menyimpan sejumput rasa haru yang mendalam. Malam yang sejatinya menyambut ulang tahun ke-34 sang istri tercinta, seketika berubah menjadi panggung penghormatan emosional bagi IPTU Firman, SH, MH.

Momen ini menandai akhir masa baktinya sebagai Kasat Resnarkoba Polresta Gowa, sebelum melangkah ke babak baru sebagai Panit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Sulawesi Selatan.

Suasana kekeluargaan yang begitu kental langsung terasa dengan kehadiran keluarga besar Satresnarkoba Polresta Gowa, jajaran Bhayangkari, rekan media, serta sahabat karib. Jauh dari kesan glamor yang berlebihan, kesederhanaan acara ini justru terasa begitu mewah karena dipenuhi ketulusan dan untaian apresiasi.

Menariknya, seluruh kejutan manis malam itu lahir murni dari ide kreatif sang istri, Ibu Iis. Alih-alih egois merayakan hari lahirnya dengan pesta pribadi, ia justru memilih membagi panggung kebahagiaan tersebut untuk mengapresiasi para Bhayangkari yang setia menjadi pilar penyemangat suami mereka, sekaligus merayakan syukur atas dedikasi luar biasa sang suami selama ini.

Dengan nada bicara yang sesekali bergetar menahan haru, Ibu Iis mengungkapkan rasa bangga yang membuncah terhadap sosok IPTU Firman.

"Selama mendedikasikan diri di Polres Gowa, beliau tidak pernah sedetik pun menomorduakan keluarga. Di tengah ketatnya tugas sebagai abdi negara, beliau tetap menjadi sosok suami dan ayah yang penuh tanggung jawab. Hal itulah yang selalu menjadi kebanggaan terbesar kami," ungkapnya tulus.

Pernyataan menyentuh itu pun langsung disambut riuh tepuk tangan hangat dari para undangan. Bagi siapapun yang mendengar, kalimat tersebut menjadi bukti nyata bahwa di balik kegemilangan karier seorang prajurit Bhayangkara, selalu ada keluarga hebat yang tak lelah memberikan dukungan di balik layar.

Namun, saat diberi kesempatan berbicara, IPTU Firman justru memilih untuk tetap membumi. Ia dengan tegas menyatakan bahwa tinta emas dan prestasi yang ditorehkan Satresnarkoba Polresta Gowa selama masa kepemimpinannya adalah buah dari peluh dan kerja keras seluruh tim.

"Apresiasi setinggi-tingginya saya haturkan kepada seluruh jajaran anggota Satnarkoba atas dedikasi dan sinergi yang luar biasa selama setahun lebih ini. Tanpa support sistem dari rekan-rekan sekalian, mustahil tugas-tugas berat kita bisa dituntaskan dengan maksimal," tutur IPTU Firman rendah hati.

Secara khusus, ia juga menyematkan rasa hormat dan terima kasihnya kepada KBO Ipda Hamsir, SH, Kaur Mintu Ipda Syahrir, SH, para Kanit, tim penyidik, seluruh personel Satresnarkoba, hingga staf pendukung yang telah berjuang bersama di garda terdepan.

Tak lupa, ia melempar pujian kepada para awak media yang selama ini setia mengawal dan menjadi jembatan informasi ke masyarakat.

"Terima kasih tak terhingga untuk rekan-rekan media yang selalu solid menjadi mitra kami. Sinergi yang kita rawat selama ini sangat krusial dalam mendukung transparansi publik dan menyuarakan perang melawan narkoba," imbuhnya.

Suasana kian menyentuh kalbu saat seluruh hadirin berdiri bersama, mengabadikan momen di depan layar digital yang memuat pesan mendalam: "Terima Kami Pengabdian Bapak IPTU Firman, SH, MH & Ibu." Sesi foto bersama tersebut bukan sekadar dokumentasi formal, melainkan simbol eratnya ikatan persaudaraan yang telah mengakar kuat selama kepemimpinan IPTU Firman.

Pada akhirnya, mutasi di tubuh Korps Bhayangkara adalah hal yang lumrah demi penyegaran organisasi dan estafet kepemimpinan. Oleh karena itu, malam tersebut juga dipenuhi untaian doa bagi Kasat Resnarkoba Polresta Gowa yang baru, agar mampu melanjutkan tongkat estafet, mempererat soliditas internal, serta kian galak dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Gowa.

Acara penuh kenangan ini akhirnya ditutup dengan doa bersama yang khidmat dan ramah tamah yang hangat. Sebuah pembuktian bahwa meski jabatan dan tempat tugas boleh berganti, ikatan kekeluargaan dan rajutan silaturahmi yang telah terbangun tidak akan pernah usai. (*)