SOROTMAKASSAR – MAKASSAR.
Mentari baru saja menggeliat dari ufuk timur, membiaskan semburat jingga yang membasuh sisa-sisa embun di pucuk daun, saat aroma semangat mulai menyerbak di jantung Kota Makassar. Jumat pagi (27/3/2026), cuaca cerah seolah memberikan restu khusus bagi para "Garda Terdepan" Kelurahan Kunjung Mae untuk berkumpul di pos kontainer kebanggaan mereka, tepat di perempatan strategis Jalan H. Bau dan Jalan Lamadukkelleng.
Kehadiran jajaran Ketua RT, RW, satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas), hingga staf kelurahan pagi itu bukan sekadar rutinitas fajar. Mereka hadir untuk mengejawantahkan sebuah misi besar berskala nasional: Gerakan Nasional Indonesia ASRI (GNI ASRI). Sebuah gagasan visioner yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto guna mewujudkan lingkungan yang tidak hanya bersih dan tertata, namun juga berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Gema gerakan ini berhulu dari taklimat Presiden pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC Bogor, Februari silam. Instruksi tersebut kini mendarat dengan mulus di lorong-lorong Makassar, memicu revitalisasi ruang publik dan penguatan budaya peduli lingkungan melalui kerja bakti massal yang sistematis.

Kepala Kelurahan Kunjung Mae, Syafruddin, SE., MM., di sela-sela kesibukannya memandu jalannya kerja bakti, memberikan uraian singkat kepada awak media mengenai urgensi kegiatan ini. Menurutnya, implementasi GNI ASRI di wilayahnya merupakan prioritas mutlak yang berjalan selaras dengan mandat Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor 12 Tahun 2026.
"Kami menginternalisasi semangat GNI ASRI ini melalui aksi nyata setiap hari Selasa dan Jumat. Fokus kami bukan sekadar membersihkan drainase atau menyapu jalan, melainkan melakukan revolusi perilaku. Kami ingin menjadikan kebersihan bukan lagi sebagai beban instruksi, melainkan bagian dari identitas dan gaya hidup masyarakat Kunjung Mae," tegas Syafruddin dengan nada optimis.

Lebih jauh, Syafruddin menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan fondasi utama bagi kenyamanan warga. Lingkungan yang bersih dan tertata akan secara otomatis menstimulasi terciptanya suasana yang aman dan tentram. Sinergi antara keasrian fisik dan ketertiban sosial inilah yang menjadi visi besar Kelurahan Kunjung Mae.
Di bawah naungan langit yang kian benderang, nampak kolaborasi apik antar-elemen kewilayahan. Para Ketua RT/RW dan Satlinmas bahu-membahu menata estetika wilayah sembari memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga. Langkah taktis ini menjadi bukti bahwa instruksi kepala negara telah terkonversi menjadi energi sosial yang masif di tingkat akar rumput, di mana aspek kebersihan berjalan beriringan dengan pemeliharaan Kamtibmas.
Kegiatan pagi itu ditutup dengan keyakinan bersama bahwa perubahan besar selalu dimulai dari lingkungan terkecil. Kunjung Mae telah membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan pusat dan militansi lokal adalah kunci utama menuju wilayah yang tidak hanya indah dipandang mata, tetapi juga nyaman untuk ditinggali.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan yang penuh semangat tersebut, Lurah Syafruddin bersama para Ketua RT/RW dan personel Satlinmas melakukan sesi foto bersama di depan pos kontainer kebanggaan mereka. Bangunan yang menjadi pusat koordinasi sehari-hari tersebut menjadi simbol kuatnya komitmen kolektif para "Garda Terdepan" untuk senantiasa menjaga lingkungan tetap aman, tentram, tertib, asri, dan tertata.(Aa007)