"Harmoni di Simpang Kota": Aksi Kemanusiaan TP PKK Kunjung Mae Warnai Senja Ramadhan

SOROTMAKASSAR – MAKASSAR.
Memasuki fase sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, gema kebaikan terus terpancar dari Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso. Di bawah komando Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Kunjung Mae, Nurfadillah Syafruddin, organisasi pemberdayaan perempuan ini menunjukkan eksistensinya melalui aksi nyata yang menyentuh nurani masyarakat.


Tepat pada hari ke-20 puasa, Selasa (10/3/2026), suasana di depan Posko Kontainer RT/RW Kelurahan Kunjung Mae tampak berbeda dari biasanya. Ratusan paket takjil telah dipersiapkan dengan apik, siap menjadi pelepas dahaga bagi para pejuang nafkah dan pengguna jalan yang masih berada di luar rumah menjelang waktu berbuka.
Aksi religi ini bukan sekadar seremoni berbagi, melainkan manifestasi dari semangat kolaborasi yang selama ini dipupuk oleh Nurfadillah Syafruddin. Seluruh kader PKK bersinergi secara harmonis dengan para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Kunjung Mae, menciptakan barisan kebaikan yang solid di sepanjang bahu jalan.


Momen ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Kelurahan Kunjung Mae, Syafruddin, SE., MM. Tanpa sekat birokrasi, sang Lurah tampak membaur dengan penuh hangat, turun langsung ke aspal jalanan untuk membagikan paket takjil kepada para pengendara dan pejalan kaki.
Fokus aksi ini dipusatkan di titik strategis perempatan Jalan H. Bau dan Jalan Lamadukkelleng. Di tengah hiruk-pikuk arus lalu lintas sore hari, senyum ramah para kader PKK dan perangkat kelurahan menjadi pemandangan sejuk yang meredam teriknya sisa panas matahari Makassar.
Nurfadillah Syafruddin dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa program PKK saat ini tidak hanya berfokus pada urusan domestik, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak kepedulian sosial. Baginya, Ramadhan adalah momentum emas untuk memperkuat simpul silaturahmi antara pengurus PKK, jajaran RT/RW, dan masyarakat luas.
"Kami ingin memastikan bahwa energi positif Ramadhan menjangkau siapa saja, terutama mereka yang mungkin terpaksa berbuka di perjalanan. Ini adalah bentuk cinta kami untuk warga Kunjung Mae dan Makassar secara umum," ungkap Nurfadillah di sela-sela kegiatan.


Langkah taktis TP PKK ini juga mendapat dukungan penuh dari Lurah Syafruddin. Menurutnya, keterlibatan aktif RT/RW dalam kegiatan ini membuktikan bahwa koordinasi di tingkat kelurahan berjalan sangat linear, di mana aspek pelayanan publik berpadu mesra dengan nilai-nilai religiusitas.
Setiap paket takjil yang berpindah tangan disambut dengan raut wajah penuh syukur oleh para pengguna jalan. Mulai dari pengemudi ojek daring, sopir angkutan kota, hingga warga sekitar, semua merasakan hangatnya sentuhan persaudaraan yang ditebarkan dari Posko Kontainer tersebut.
Kebersamaan ini juga menjadi simbol bahwa Posko Kontainer RT/RW bukan sekadar pusat administrasi atau keamanan, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat layanan sosial yang inklusif bagi kepentingan publik di saat-saat krusial seperti bulan suci ini.
Hingga menjelang azan Maghrib berkumandang, antusiasme para kader PKK dan jajaran Kelurahan tidak memudar. Semangat "Muliakan Makassar" tampak nyata diterjemahkan melalui bingkisan sederhana yang kaya akan makna ukhuwah islamiyah.


Kegiatan pembagian takjil ini diakhiri dengan doa bersama yang penuh kekhusyukan, memohon keberkahan atas segala upaya yang telah dilakukan. Sesi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan fisik kota, pembangunan karakter dan kepedulian sosial tetap menjadi prioritas utama di Kelurahan Kunjung Mae.
Sebagai penutup yang mempererat ikatan emosional, seluruh jajaran TP PKK, melakukan sesi foto bersama di depan kontainer kebanggaan warga tersebut. Sebuah dokumentasi yang merekam sejarah bahwa kebaikan, jika dilakukan bersama-sama, akan menciptakan resonansi yang indah bagi seluruh kota.
Peristiwa di perempatan H. Bau sore itu meninggalkan pesan kuat: bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam akumulasi materi, melainkan dalam ketulusan saat tangan memberi. Kunjung Mae telah membuktikannya, menutup sepuluh hari kedua Ramadhan dengan catatan cinta yang mendalam bagi warganya.(Aa007/02)