Strategi "Zero Genangan" Kunjung Mae: Aksi Maraton Lurah Syafruddin Bersihkan Jalur Drainase Protokol

SOROTMAKASSAR – MAKASSAR.
Seolah tidak memiliki kamus lelah dalam pengabdiannya, Lurah Kunjung Mae, Syafruddin, SE., MM., terus menunjukkan dedikasi tanpa jeda. Belum kering peluh usai memimpin aksi kebersihan pada hari sebelumnya, ia kembali terjun ke lapangan untuk memastikan wilayahnya tetap aman dari ancaman cuaca ekstrem.

Langkah maraton ini merupakan kelanjutan dari agenda "Jumat Bersih" (9/1/2026) yang dipusatkan di kawasan ikonik Taman Gajah. Di sana, bersama jajaran staf dan Satgas Kebersihan Kelurahan Kunjung Mae, ia bahu-membahu menata estetika kota agar tetap asri dan bebas dari tumpukan sampah yang dapat merusak pemandangan serta menyumbat aliran air.
Namun, pengabdian ternyata tak berhenti di sapuan sapu dan pengangkutan sampah permukaan saja. Memasuki hari berikutnya, fokus kerja bergeser secara taktis ke arah mitigasi bencana hidrometeorologi. Syafruddin menyadari bahwa curah hujan yang mulai meningkat di awal tahun 2026 ini membawa risiko laten berupa genangan air yang dapat menghambat aktivitas public, Sabtu (10/1/2026).
Aksi sigap ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program strategis Wali Kota Makassar, khususnya dalam upaya percepatan normalisasi drainase dan pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan. Ia bergerak memastikan bahwa setiap jengkal infrastruktur penyaluran air berfungsi optimal di tengah terjangan hujan deras yang mengguyur kota.


Tiga titik vital yang menjadi urat nadi Kelurahan Kunjung Mae pun tak luput dari inspeksi mendadak. Syafruddin mengawali pemantauan di sepanjang Jalan Cenderawasih, memastikan alur air mengalir lancar tanpa hambatan sedimentasi lumpur maupun sampah plastik yang kerap menjadi "aktor" utama penyumbatan mulut selokan.
Perjalanan berlanjut menuju kawasan Jalan H. Bau. Di sana, ia mengamati dengan saksama setiap titik yang berpotensi menimbulkan luapan air ke badan jalan. Baginya, kebersihan saluran di wilayah ini sangat krusial mengingat posisinya sebagai salah satu jalur utama yang mencerminkan wajah kedisiplinan lingkungan di Kota Makassar.
Titik terakhir yang menjadi perhatian khusus adalah Jalan Rajawali. Sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi, sistem drainase di wilayah ini memegang peranan kunci untuk mencegah terjadinya genangan yang menetap. Lurah memastikan Satgas Kebersihan tetap dalam posisi siaga satu guna mengantisipasi penyumbatan mendadak akibat kiriman sampah.
Di sela-sela pemantauan tersebut, Syafruddin juga memberikan edukasi dan imbauan teknis kepada warga yang ditemuinya. Ia menekankan bahwa peran masyarakat adalah kunci utama dalam keberhasilan program "Makassar Tidak Rantasa".


Berikut adalah beberapa poin imbauan teknis yang ditekankan Lurah Kunjung Mae kepada warga untuk mencegah terjadinya genangan secara mandiri:
• Pembersihan Mandiri Sedimen: Warga diharapkan secara rutin mengeruk endapan lumpur atau pasir di saluran air depan rumah masing-masing agar kedalaman drainase tetap terjaga.
• Larangan Menutup Drainase Secara Permanen: Menghimbau warga agar tidak menyemen mati penutup selokan di depan ruko atau rumah, guna memudahkan petugas saat harus melakukan pembersihan darurat.
• Manajemen Sampah Rumah Tangga: Memastikan tidak ada kantong plastik atau sampah domestik yang diletakkan di pinggir saluran yang berisiko jatuh atau hanyut masuk ke dalam sistem drainase saat hujan turun.
• Pembuatan Lubang Biopori: Mendorong warga yang memiliki lahan terbuka untuk membuat lubang resapan biopori sebagai upaya konservasi air sekaligus mengurangi beban limpasan air ke selokan utama.
Syafruddin menegaskan bahwa sinergi antara staf kelurahan, Satgas Kebersihan, dan kesadaran mandiri warga adalah mesin penggerak utama dalam menjaga ritme kerja ini. Baginya, menjaga kebersihan adalah investasi keselamatan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat sendiri.
Langkah proaktif ini sejalan dengan spirit "Muliakan Makassar" yang dicanangkan Wali Kota Makassar, di mana pelayanan publik harus hadir secara responsif dalam menjaga kenyamanan infrastruktur warga. Syafruddin ingin memastikan bahwa warga Kunjung Mae tetap merasa aman meski intensitas hujan terus meningkat.
Kegiatan pemantauan lapangan ini berakhir dengan instruksi tegas kepada tim satgas untuk terus melakukan patroli wilayah secara berkala. Ini adalah pesan kuat bahwa pemerintah kelurahan tidak akan membiarkan masalah genangan mengganggu kenyamanan warga, demi mewujudkan Kunjung Mae yang bersih, sehat, dan tangguh.