Sekjen Dwi Urip Premono Targetkan PASTI Sulsel Bentuk Pengurus di 75 Persen Kabupaten/Kota

SOROTMAKASSAR – MAKASSAR, Sekjen Partai Setara Indonesia (PASTI) Dwi Urip Premono menargetkan kepengurusan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan terbentuk minimal 75 persen untuk memperkuat organisasi sesuai ketentuan KPU.

Dwi Urip Premono menyampaikan target tersebut setelah pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PASTI Sulawesi Selatan dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PASTI Kota Makassar, di Restoran Runtono, kawasan Gunung Bawakaraeng, kota Makassar, Jumat (23/10/2026).

Ia menegaskan, pelantikan pengurus tingkat provinsi menjadi langkah awal untuk memperluas struktur organisasi hingga kabupaten/kota, kecamatan, dan wilayah yang lebih kecil.

“Setelah terbentuk kepengurusan DPW, pekerjaan yang menjadi prioritas sekarang adalah membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten/kota. Sebagaimana peraturan KPU, 75 persen kabupaten/kota harus terbentuk,” ujar Dwi.

Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi bagian penting dari strategi PASTI untuk memperluas jangkauan partai dan menjalankan visi kesetaraan di tengah masyarakat.

PASTI Perjuangkan Kesetaraan bagi Seluruh Masyarakat

Dwi menjelaskan, PASTI hadir untuk memperjuangkan kesetaraan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun golongan.

Ia mengakui partai tersebut dapat menjadi pilihan bagi umat Kristiani dan masyarakat yang selama ini merasa mengalami diskriminasi. Namun, ia menegaskan perjuangan PASTI tidak terbatas pada kelompok agama tertentu.

“Sebetulnya bukan hanya untuk umat Kristiani, tetapi juga seluruh masyarakat. Ini bukan semata-mata soal agama atau suku tertentu, melainkan untuk mewujudkan kesetaraan sehingga semua orang memiliki hak yang sama,” jelasnya.

Dwi menilai kesetaraan harus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara agar setiap orang memperoleh hak yang sama tanpa perlakuan diskriminatif.

Manifesto PASTI Tekankan Kesetaraan Berlandaskan Hukum

Dwi menegaskan, manifesto PASTI menempatkan kesetaraan sebagai visi utama perjuangan partai. Ia membedakan kesetaraan dari toleransi yang menurutnya dapat bergantung pada suasana hati atau kebaikan hati seseorang.

Sebaliknya, kesetaraan harus memiliki landasan hukum yang menjamin hak setiap warga negara.

“Kesetaraan itu suatu kondisi yang lebih baik dari pada toleransi. Kalau toleransi sekadar berdasarkan suasana kebaikan hati, kesetaraan berdasarkan hukum. Itu yang kami perjuangkan menjadi visi utama partai,” ungkapnya.

Ia meminta seluruh pengurus DPW dan DPC menjadikan manifesto tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun berinteraksi dengan masyarakat.

Dwi juga menekankan pentingnya memulai perjuangan kesetaraan dari diri sendiri, terutama dengan memperlakukan setiap orang secara adil tanpa memandang latar belakangnya.

“Harus memperlakukan sesama manusia tanpa melihat suku, agama, ras, dan golongannya. Kita harus melihat manusia secara utuh sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang harus dikasihi,” tegasnya.

Ia berharap tidak ada lagi perlakuan yang membedakan masyarakat berdasarkan kategori mayoritas dan minoritas, baik dalam aspek suku, agama, maupun golongan.

PASTI Telah Bentuk Kepengurusan di 38 Provinsi

Dalam kesempatan tersebut, Dwi mengungkapkan, PASTI telah membentuk kepengurusan DPW di seluruh 38 provinsi di Indonesia.

Setelah menuntaskan pembentukan kepengurusan tingkat provinsi, partai kini berfokus memperluas struktur hingga kabupaten/kota dan kecamatan.

Ia menjelaskan, PASTI menargetkan pembentukan kepengurusan di minimal 75 persen kabupaten/kota. Selanjutnya, partai menargetkan pembentukan pengurus di 50 persen kecamatan sesuai ketentuan yang disebutkannya merujuk pada peraturan KPU.

Target tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi PASTI dalam membangun organisasi yang memenuhi persyaratan kepengurusan di berbagai tingkatan wilayah.

Sekjen Apresiasi Semangat Pengurus PASTI Sulsel

Dwi menyampaikan kegembiraannya dapat menghadiri pelantikan pengurus DPW PASTI Sulawesi Selatan dan DPC PASTI Kota Makassar.

Ia mengapresiasi semangat para pengurus yang dinilainya memiliki visi kuat untuk membesarkan partai di Sulawesi Selatan.

Selain itu, ia melihat adanya sinergi di antara para pemangku kepentingan yang dapat mendukung perkembangan organisasi PASTI di daerah tersebut.

“Saya melihat semangat mereka dan mengenal mereka sebagai orang-orang yang memiliki visi kuat untuk membesarkan partai ini. Saya juga merasakan adanya sinergi, pergerakan partai akan didukung seluruh pemangku kepentingan PASTI di Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Dwi berharap pengurus yang baru dilantik segera bekerja memperkuat struktur organisasi, menyosialisasikan manifesto kesetaraan, dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Dengan langkah tersebut, PASTI menargetkan organisasi yang semakin kuat sekaligus mampu memperjuangkan kesetaraan hak bagi seluruh masyarakat Indonesia, pungkas Dwi Urip Premono. (Hdr)