SOROTMAKASSAR -- SINJAI, Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengenakan seragam kebanggaan dan berdiri gagah di hadapan para peserta upacara. Di baliknya, ada perjuangan panjang, seleksi ketat, disiplin tinggi, hingga harus menyingkirkan ratusan siswa lainnya. Bagi mereka yang terpilih, kesempatan itu menjadi kebanggaan yang tak ternilai.
Kebanggaan dan semangat itulah yang kini dirasakan A. Zezar Hibrizi, siswa kelas X SMAN 1 Sinjai. Ia menjadi salah satu dari 70 calon Paskibraka tingkat Kabupaten Sinjai yang tengah menjalani latihan intensif untuk mengemban tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Senyum bangga dan semangat tampak terpancar dari wajah Zezar setiap kali mengikuti latihan bersama rekan-rekannya. Meski latihan menuntut fisik, konsentrasi dan kedisiplinan tinggi, ia menjalaninya dengan penuh antusias.
Putra pasangan Andi Lukman Rani dan Asriani Dahlan itu bahkan mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari Pasukan 8, sekaligus bertugas sebagai pembentang bendera pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi.
Bagi Zezar, amanah tersebut menjadi sebuah kehormatan besar sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan sebaik mungkin.
«“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa terpilih bertugas menjadi pembentang bendera. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” ungkap Zezar saat ditemui di sela-sela latihan, Minggu (16/8/2026).»
Dengan latihan yang terus digenjot menjelang hari pelaksanaan, Zezar bersama 69 calon Paskibraka lainnya kini mematangkan setiap gerakan. Mereka bersiap memberikan penampilan terbaik dalam momen sakral yang akan menjadi bagian dari sejarah perjalanan mereka.
Siswa yang bercita-cita menjadi pelaut itu berharap seluruh rangkaian Upacara Detik-detik Proklamasi dan Penurunan Bendera pada Senin (17/8/2026) dapat berlangsung sukses, lancar dan tanpa kendala.
Bagi Zezar, tugas membentangkan Sang Merah Putih bukan hanya tentang sebuah peran dalam upacara. Ada kebanggaan, perjuangan dan kecintaan terhadap Tanah Air yang akan ia bawa dalam setiap langkahnya. (Iz)