Andi Muhammad Ichwan Marzuki Optimalkan Jam Mengajar Guru dan Jam Belajar Siswa

SOROTMAKASSAR — MAKASSAR, Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 24 Makassar, Andi Muh Ichwan Marzuki, menegaskan, prioritas utama yang dijalankannya adalah memastikan guru tidak kehilangan jam mengajar dan siswa tetap memperoleh jam belajar secara optimal. Menurut dia, langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan SMA Negeri 24 yang masih tergolong sekolah baru dan tengah berbenah dari sisi sarana serta prasarana.

Andi Muh Ichwan Marzuki mengatakan, upaya tersebut penting mengingat SMA Negeri 24 baru memasuki tahun kedua penyelenggaraan pendidikan dan berada di lingkungan dengan tantangan sosial yang cukup kompleks. Karena itu, proses pembenahan sekolah harus berjalan beriringan dengan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Selain menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 24 Makassar, Andi Ichwan juga merupakan Wakil Kepala SMA Negeri 2 Makassar Bidang Kesiswaan. Ia mengaku saat ini bersama para guru dan tenaga tata usaha yang jumlahnya masih terbatas terus melakukan penataan berbagai fasilitas sekolah secara bertahap.

Penataan dilakukan mulai dari ruang kelas, ruang guru, pekarangan sekolah hingga prasarana pendukung lainnya. Menurut Andi, langkah tersebut bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang sejuk, nyaman, dan kondusif sehingga mampu menumbuhkan semangat mengajar bagi guru serta semangat belajar bagi para siswa.

Ia menjelaskan, SMA Negeri 24 memiliki area sekolah yang cukup luas, sekitar dua hektare. Namun, kawasan sekolah dikelilingi pepohonan besar, termasuk pohon kelapa, sehingga memerlukan penataan. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah bekerja sama dengan pemerintah setempat, termasuk Camat dan Lurah, guna melakukan pemangkasan pohon-pohon yang dinilai mengganggu.

Selain itu, setiap pekan sekolah menggelar kegiatan kerja bakti yang melibatkan guru, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekolah.

Saat ini SMA Negeri 24 yang berlokasi di Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, memiliki lima rombongan belajar. Meski demikian, masih terdapat sejumlah ruang kelas dan ruangan lainnya yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut, menurut Andi Ichwan, disebabkan masih terbatasnya ketersediaan meubel atau perlengkapan belajar yang dibutuhkan untuk mendukung percepatan pengembangan sekolah.

Andi Ichwan berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan SMA Negeri 24 sehingga pada tahun-tahun mendatang sekolah tersebut dapat berkembang menjadi sekolah yang lebih unggul dan mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin baik. (Hdr)