Prof Amran Bekali Mahasiswa Adminkes FIKK UNM Strategi Menembus Dunia Kerja

SOROTMAKASSAR — MAKASSAR, Guru Besar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Hasanuddin, Prof. Amran Razak, menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan Soft Skill yang dilaksanakan Program Studi Administrasi Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (7/5/2026), di Ruang Seminar FIKK UNM, Jalan Wijaya Kusuma Raya No.14 Makassar.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 150 mahasiswa tersebut, Prof. Amran menegaskan bidang administrasi kesehatan saat ini semakin dibutuhkan seiring kompleksitas sistem kesehatan dan meningkatnya kebutuhan tenaga manajerial di sektor pelayanan kesehatan.

Menurutnya, digitalisasi dan mutu layanan kesehatan kini menjadi perhatian utama sehingga lulusan administrasi kesehatan dituntut memiliki kemampuan manajemen pelayanan kesehatan guna menjamin mutu layanan dan keselamatan pasien.

Ia menjelaskan, lulusan administrasi kesehatan juga harus mampu mengaplikasikan ilmu kesehatan secara mendalam, mengambil keputusan berbasis data, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan secara individu maupun tim.

Selain itu, peluang kerja lulusan administrasi kesehatan dinilai sangat luas, mulai fasilitas pelayanan kesehatan, sektor pemerintahan, industri kesehatan, akademik, penelitian hingga bidang entrepreneur dan digital health.

“Peluang karier sangat terbuka mulai staf administrasi, rekam medis, supervisor, kepala unit, manajer hingga direktur rumah sakit, sehingga mahasiswa harus tetap semangat meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Dekan FIKK UNM, Hartati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai positif dan produktif bagi mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu menangkap peluang dengan baik agar setelah menyelesaikan studi dapat lebih cepat terserap di dunia kerja.

Ia berharap melalui pelatihan tersebut mahasiswa memiliki kemampuan membangun jejaring serta jejak digital yang positif sebagai modal bersaing secara sehat dan kolaboratif di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan FIKK UNM yang juga Dekan terpilih FIKK UNM periode 2026-2030, Andi Atssam Mappanyukki, mengatakan kegiatan itu digagas seluruh stakeholder sumber daya manusia di lingkungan Prodi Administrasi Kesehatan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut lahir dari kajian rutin yang melibatkan berbagai unsur mulai dari pengelola GPM, magang, PBL hingga unsur lainnya.

“Atas dukungan penuh dari ibu Plt Dekan, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan peserta yang hadir mencapai 150 mahasiswa. Kami juga berterima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu kepada mahasiswa kami,” katanya.

Narasumber lainnya, Ketua Perhimpunan Administrator Kesehatan Indonesia (PAKESI) Wilayah Sulawesi Selatan, Andi Baharudin, menyampaikan tenaga administrator kesehatan memiliki peran strategis dalam menunjang pelayanan kesehatan modern.

Menurutnya, administrator kesehatan berperan mendukung manajemen pelayanan, meningkatkan mutu layanan, membantu transformasi sistem kesehatan serta mengelola program kesehatan secara efektif dan efisien.

Ia menambahkan, kompetensi utama yang harus dimiliki meliputi manajemen kesehatan, analisis kebijakan, kepemimpinan, komunikasi serta pengelolaan pelayanan kesehatan.

“Penguatan tenaga administrasi kesehatan menjadi salah satu kunci peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat,” tandasnya. (Wahyudin/Hdr)