Kontestasi Dekan FIKK UNM Didorong Bermartabat, Adu Gagasan Jadi Penentu

SOROTMAKASSAR —- MAKASSAR, Anggota senat sekaligus dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Wahyudin, S.Pd., M.Pd, mengingatkan pentingnya menjaga marwah kontestasi dalam pemilihan dekan tahun 2026 dengan mengedepankan adu gagasan yang konstruktif.

Di tengah dinamika proses pemilihan yang mulai menghangat, ia menilai setiap kandidat perlu menghadirkan ide-ide segar yang memberi manfaat nyata bagi kemajuan fakultas.

Menurut dia, kontestasi tidak sekadar ajang meraih dukungan, melainkan ruang untuk menawarkan pemikiran terbaik bagi masa depan lembaga.

“Kontestasi ini hendaknya menjadi ajang menawarkan gagasan yang cemerlang, yang kelak dapat memberi asas manfaat bagi fakultas yang kita cintai,” ujarnya.

Ia menegaskan, etika akademik harus tetap dijunjung tinggi oleh seluruh kandidat. Nilai adab, sopan santun, serta semangat persaingan sehat dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kehormatan institusi pendidikan.

Dalam suasana kompetisi, ia berharap tidak ada ruang bagi prasangka negatif antar kandidat. Sebaliknya, seluruh peserta didorong untuk mengedepankan pertarungan ide secara intelektual.

“Bersainglah secara sehat dan beradu gagasan secara intelektual. Kalian adalah kader terbaik yang dimiliki FIKK saat ini,” katanya di Redaksi Pedoman Rakyat, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (5/4/2026).

Lebih jauh, ia mengingatkan setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, kontestasi semestinya tidak diwarnai upaya saling menjatuhkan, melainkan saling melengkapi demi kepentingan bersama.

“Jika ada kekurangan, mari kita tutupi bersama. Kelebihan yang ada hendaknya dimanfaatkan untuk kemajuan FIKK,” tuturnya.

Mantan aktivis pers mahasiswa era 1998 itu juga menilai FIKK UNM membutuhkan sosok pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keadilan.

Kepemimpinan demikian, kata dia, penting agar fakultas semakin diperhitungkan, baik di tingkat lokal, regional, hingga nasional dan internasional.

Ia menambahkan, seluruh kandidat sejatinya merupakan bagian dari satu keluarga besar FIKK, sehingga semangat kebersamaan dan saling mendukung perlu terus dijaga.

Dalam waktu dekat, tuturnya, tahapan pemaparan visi dan misi di hadapan civitas akademika akan menjadi momentum strategis. Forum tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif warga kampus dalam menentukan arah pembangunan fakultas ke depan.

Ia berharap seluruh proses pemilihan dekan dapat berlangsung lancar tanpa hambatan, serta melahirkan pemimpin yang berintegritas, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif.

“Semoga setiap tahapan berjalan baik, dan kita memperoleh pemimpin yang mumpuni untuk masa depan FIKK yang lebih cerah,” tandasnya. (Hdr)