SOROTMAKASSAR -- BULUKUMBA, Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, secercah harapan hadir dari semangat kebersamaan. Di SMAN 3 Bulukumba, sebuah gedung OSIS berdiri bukan sekadar sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai simbol kuat kepedulian, solidaritas, dan cinta alumni terhadap almamaternya.
Gedung tersebut merupakan buah dari dedikasi Ikatan Alumni SMAN 1 Bontobahari (SMAN 3 Bulukumba saat ini, red) alumni tahun 2000. Meski waktu telah membawa mereka ke berbagai jalan kehidupan, ikatan dengan sekolah tidak pernah pudar. Justru, kerinduan untuk memberi kembali menjelma menjadi aksi nyata yang kini dirasakan langsung oleh para siswa.
Perjalanan pembangunan gedung ini tidaklah mudah. Hambatan teknis sempat menguji kesabaran dan konsistensi. Namun, satu hal yang tidak pernah goyah adalah komitmen para alumni untuk menuntaskan kontribusi mereka. Dari semangat gotong royong inilah, mimpi itu perlahan menjadi kenyataan.
Kini, gedung OSIS tersebut hadir sebagai ruang baru bagi para pelajar untuk bermimpi lebih besar. Bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah lahirnya ide, kepemimpinan, dan karakter generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.
Ketua OSIS periode 2025–2026, Agus Rifai Rahmat, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya.
“Gedung ini bukan hanya fasilitas, tapi juga motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik. Kami merasa didukung, dipercaya, dan itu membuat kami ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah,” ungkapnya.
Lebih dari itu, ia melihat gedung ini sebagai warisan nilai yang harus dijaga.
“Apa yang dilakukan kakak-kakak alumni adalah contoh nyata. Kami ingin melanjutkan tradisi ini bahwa setelah sukses nanti, kami juga harus kembali dan memberi,” tambahnya penuh semangat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, H. Nursaeha, menilai inisiatif ini sebagai bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan alumni, masyarakat, dan keluarga adalah kunci. Apa yang dilakukan alumni 2000 ini adalah inspirasi nyata bahwa kepedulian bisa mengubah masa depan,” tegasnya.
Kepala Sekolah Ramli pun memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai, semangat kebersamaan masyarakat Bontobahari telah menjadi kekuatan besar dalam membangun pendidikan. Dengan dukungan seperti ini, sekolah semakin optimistis mencetak generasi unggul, generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan berkontribusi bagi negeri. (*Rz)