SOROTMAKASSAR – MAKASSAR, Prestasi gemilang kembali ditorehkan atlet muda pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang Karunrung, Andi Insyirah Nur Salsabila. Tampil penuh percaya diri dan semangat juang tinggi, ia sukses memborong dua medali emas sekaligus menyabet penghargaan bergengsi sebagai Pesilat Terbaik Remaja Putri pada Open Turnamen Nasional Pencak Silat Tapak Suci Rektor UINAM Cup VIII Tahun 2026.
Kejuaraan nasional yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Gedung Super Futsal Makassar tersebut menjadi momentum bagi Insyirah untuk membuktikan kualitas, kemampuan teknik, serta kematangan mental bertanding. Di tengah persaingan ketat ratusan atlet dari berbagai daerah, ia mampu menunjukkan performa terbaik dan tampil sebagai salah satu pesilat yang menonjol.
Siswi SMA Negeri 5 Makassar itu berhasil meraih medali emas pada kategori Juara 1 Solo Kreasi Bersenjata Putri Remaja dan Juara 1 Tanding Fighter Kelas A Putri (39–43 kilogram) Remaja. Keberhasilan meraih dua gelar juara tersebut semakin istimewa karena mengantarkannya memperoleh predikat Pesilat Terbaik Remaja Putri.
Bagi Insyirah, pencapaian tersebut bukan sekadar kemenangan di atas gelanggang, melainkan hasil dari proses panjang yang ditempuh melalui latihan disiplin, kerja keras, ketekunan, serta dukungan dan doa keluarga. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi sekolah dan keluarga besar Tapak Suci Cabang Karunrung.
"Saya sangat bersyukur dan bangga bisa meraih dua medali emas sekaligus mendapatkan penghargaan sebagai Pesilat Terbaik Remaja Putri. Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan tidak cepat berpuas diri. Saya ingin terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi," ungkap Andi Insyirah.
Sementara itu, pelatih Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang Karunrung yang juga ayah kandung Insyirah, Muhammad Syafaat Nasrum, S.E., P.Ma., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan sang putri. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang membutuhkan konsistensi, kedisiplinan, ketekunan, serta keberanian menghadapi setiap tantangan.
"Sebagai pelatih sekaligus orang tua, saya tentu sangat bersyukur dan bangga. Namun, yang paling penting bukan hanya medali yang diraih, melainkan proses perjuangan, kedisiplinan, dan mental juara yang terus dibangun. Saya berharap Insyirah tidak cepat berpuas diri, tetap rendah hati, terus belajar, dan menjadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi," tutur Syafaat.
Open Turnamen Nasional Pencak Silat Tapak Suci Rektor UINAM Cup VIII Tahun 2026 yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali tersebut diikuti 488 peserta dari berbagai perguruan Tapak Suci di sejumlah daerah di Indonesia. Dalam kompetisi yang berlangsung penuh persaingan itu, kontribusi Insyirah turut mengantarkan Kontingen Tapak Suci Cabang Karunrung meraih predikat Juara Umum III Kategori Remaja.
Putri pasangan Muhammad Syafaat Nasrum, S.E., P.Ma., dan Nurmiati Halim, S.Ag., M.Pd., ini menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama sekolah maupun perguruan. Dua medali emas dan penghargaan Pesilat Terbaik Remaja Putri menjadi buah dari perpaduan kerja keras, disiplin, keberanian, serta semangat pantang menyerah.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya kalangan pelajar dan atlet pencak silat, untuk terus mengembangkan potensi, membangun karakter, serta berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Sebab, keberhasilan seorang juara tidak hanya diukur dari medali yang diraih, tetapi juga dari proses perjuangan, kerendahan hati, dan tekad untuk terus berkembang menjadi lebih baik. (*Rz)