SOROTMAKASSAR - MAKASSAR, Desakan publik terhadap aparat penegak hukum untuk memberantas gurita rokok ilegal di Kabupaten Maros kian tak terbendung. Dewan Pengurus Pusat Gerakan Aktivis dan Rakyat Intelektual (DPP GARIK) dilaporkan tengah mematangkan rencana aksi unjuk rasa besar-besaran secara simultan di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Markas Besar (Mabes) Polri pada Selasa, 2 Juni 2026 mendatang.
Gerakan moral ini dipicu oleh kekecewaan mendalam masyarakat atas lambannya respons aparat. Penindakan hukum terhadap peredaran maupun operasional pabrik rokok tanpa izin di wilayah Maros dinilai mandul, padahal aktivitasnya disinyalir makin vulgar di depan mata.
Melalui seruan aksi yang kini tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya, GARIK melempar tuntutan yang tidak main-main. Mereka mendesak pencopotan Kapolres Maros dari jabatannya dan meminta Mabes Polri segera turun tangan melakukan pembersihan serta evaluasi total di tubuh kepolisian setempat.
“Jangan biarkan Maros menjelma jadi surga bagi para pelaku rokok ilegal. Diamnya aparat hanya akan menegaskan asumsi publik bahwa ada pembiaran yang terstruktur,” tulis petikan manifesto aksi yang menyebar luas dan membakar semangat masyarakat tersebut.
Gelombang protes ini seketika mengubah peta perhatian publik di Sulawesi Selatan. Banyak pihak mulai mempertanyakan performa aparat penegak hukum, heran bagaimana bisa bisnis gelap berskala masif tersebut bisa melenggang mulus tanpa tersentuh sanksi hukum yang berarti.
Bagi GARIK, menjamurnya produk tembakau ilegal ini bukan sekadar urusan kebocoran kas negara akibat manipulasi cukai, melainkan tamparan keras bagi integritas penegakan hukum. Mereka memastikan demonstrasi akan berjalan kondusif, namun tetap membawa tekanan moral yang maha kuat agar kepolisian tidak lagi berpura-pura buta.
Gaung isu lokal ini pun sukses menembus level nasional setelah poster digital bertuliskan “Copot Kapolres Maros” viral di berbagai lini masa. Kini, bola panas ada di tangan kepolisian, di mana publik tengah menanti dengan seksama bagaimana korps bhayangkara merespons tudingan miring tersebut.
Aksi yang akan membelah fokus di dua lokasi krusial—Makassar dan Jakarta—ini diprediksi bakal menjadi salah satu gelombang demonstrasi terbesar sepanjang tahun 2026 yang khusus membongkar borok industri rokok ilegal di Sulawesi Selatan. (Bara)