Oknum Mengaku Wartawan, PN Tipu Penjual Kerbau 70 Jt di Toraja Utara

SOROTMAKASSAR -- TORAJA UTARA, Resmob Polres Toraja Utara akhirnya berhasil menangkap oknum yang sering mengatasnamakan Wartawan dengan modus dugaan melakukan penipuan dan pengancaman ditangkap di Kanuruan, Lembang (Desa) Nonongan, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulsel. Senin, (16/2/2026).

Oknum PN saat ditangkap akan melarikan diri namun tidak sempat karena sudah di kepung oleh polisi dan para korban yang sudah lama mencarinya.

Awalnya oknum PN terduga pelaku mendatangi korban pada siang hari sekitar pukul 12.00 wita untuk membeli kerbau yang mana kerbau tersebut untuk dibawa ke acara Rambu Solo' keluarganya di Sillanan Mengkendek Kab. Tana Toraja kemudian korban sepakati harga, namun kesepekatan pembayaran 1 (satu) minggu setelah kerbau tersebut dibawa.

Kemudian pada pkl.18.00 wita terduga pelaku kembali datang dengan nenggunakan mobil Truck dan menaikkan kerbau milik korban.

Setelah jangka waktu pembayaran yang disepakati oknum PN tidak menepati janjinya untuk melakukan pembayaran hingga sampai ditangkap. Pelakupun setiap ditelpon oleh korban sudah tidak mau lagi mengangkat telponnya jika dihubungi.

Menurut laporan kepolisian, kasus dugaan penipuan terjadi Jumat, 14 November 2025 dengan korban bernama Sale Pareang (31) dengan kerugian sebesar ,Rp.30.000.000,- dan pada Rabu 19 November 2025 Paskah Pareang (28) juga jadi korban dengan kerugian Rp 40.000.000,- dan keduanya beralamat di Marante, Kec. Sopai, Kab. Toraja Utara.

Atas kejadian itu kedua korban merasa dirugikan dan melaporkan Kejadian tersebut ke Mako Polres Toraja Utara guna proses hukum lebih lanjut.

Selain itu, dengan kasus yang berbeda pasca tertangkapnya oknum PN yang sering meresahkan Lembang dan sekolah. Beberapa kepala Lembang (Desa) yang ada di Toraja Utara melapor ke redaksi dan mengaku juga pernah dimintai uang. Kemudian juga ada yang diancam lewat WA akan diberitakan bila tidak di penuhi permintaannya, ungkap beberapa pak Lembang dan sekolah sambil menunjukkan bukti percakapan lewat WA pada redaksi.

Sementara kepala dinas PU Toraja Utara Paulus Tandung pernah jadi korban penipuan pemasangan iklan dengan disuruh transfer lebih awal atas pembayaran iklan Ucapan dengan dalil perusahaan butuh biaya, kwitansi dan bukti iklan tayang akan menyusul namun hingga sekarang bukti ilkan dan Kwitansi pembayaran yang diminta Bendahara PU untuk pertanggungjawaban tidak ada, tutur kadis pada saat itu.(man)