SOROTMAKASSAR -- MAKASSAR, Kawasan Danau Tanjung Bunga Selatan di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat. Di balik deretan warung seafood yang dipadati pengunjung setiap hari, tersimpan kisah perubahan yang tidak hanya menggerakkan roda perekonomian warga, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi lingkungan sekitar.
Setiap sore hingga malam, kawasan yang berada di tepian danau itu dipenuhi wisatawan lokal maupun pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Mereka menikmati beragam hidangan seafood segar, mulai dari ikan sunu, kakap, katamba, nila, udang, hingga cumi-cumi, sembari menikmati panorama danau yang asri dan suasana lesehan yang nyaman.
Keindahan alam yang dipadukan dengan sajian kuliner bercita rasa khas menjadikan kawasan ini sebagai pilihan utama bagi keluarga untuk bersantai. Aktivitas latihan atlet dayung serta masyarakat yang berolahraga di sekitar danau semakin menambah daya tarik kawasan tersebut.
Namun, perubahan yang paling dirasakan justru terjadi di balik geliat ekonomi yang tumbuh pesat. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini menggantungkan usahanya di kawasan ini. Ratusan tenaga kerja lokal turut memperoleh mata pencaharian dari aktivitas perdagangan yang terus berkembang.
Salah seorang pengunjung, Yunia Ilyas, mengaku puas setelah berkunjung bersama keluarganya.
"Tempatnya nyaman, makanannya enak, pemandangannya indah, pelayanannya ramah, dan kebersihannya juga sangat terjaga. Kami betah berlama-lama di sini dan pasti akan datang lagi bersama keluarga," ujarnya.
Bagi warga sekitar, manfaat yang dirasakan jauh melampaui pertumbuhan ekonomi. Kehadiran kawasan kuliner telah mengubah wajah lingkungan yang sebelumnya relatif sepi pada malam hari menjadi ruang publik yang hidup dengan aktivitas masyarakat.
"Kalau dulu malam hari kawasan ini sepi sehingga membuat pengguna jalan merasa kurang nyaman. Sekarang suasananya ramai karena banyak pedagang dan pengunjung. Dampaknya, masyarakat merasa lebih aman saat melintas," ujar Rahman salah seorang warga yang tengah melakukan aktivitas olahraga dikawasan tersebut.
Ia juga menuturkan bahwa kawasan yang dahulu kerap dimanfaatkan sebagai arena balap liar kini telah berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi dan rekreasi keluarga.
"Dulu sering dijadikan tempat balapan liar. Sekarang sudah tidak ada lagi karena kawasan ini selalu ramai hingga malam. Kehadiran UMKM membuat lingkungan menjadi lebih tertib sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat," katanya.
Diperkirakan sekitar 400 warga kini bekerja di kawasan kuliner tersebut, baik sebagai pedagang, karyawan, maupun pelaku usaha pendukung lainnya. Kondisi itu menjadi bukti bahwa pengembangan UMKM mampu menciptakan peluang ekonomi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Transformasi Danau Tanjung Bunga Selatan menunjukkan bahwa pengembangan sektor UMKM dan pariwisata berbasis masyarakat tidak hanya menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga mampu menghidupkan ruang publik yang sebelumnya kurang produktif. Aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan ini ikut memperkuat rasa aman, mengurangi potensi tindak kejahatan pada malam hari, serta menghilangkan praktik balap liar yang selama ini meresahkan warga.
Keberhasilan kawasan kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara masyarakat, pelaku UMKM, dan pengembangan pariwisata mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memberikan manfaat sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. (*)