Gandeng Berbagai Elemen, Pemprov Kaltara Prioritaskan Deteksi Dini dan Edukasi Cegah Karhutla

SOROTMAKASSAR - TANJUNG SELOR.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) gencar mengoptimalkan koordinasi dan kolaborasi antarlembaga demi mengantisipasi serta menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

Walaupun hingga Juli 2026 Kaltara menorehkan angka akumulasi luas karhutla paling kecil se-Pulau Kalimantan, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan tidak boleh kendur guna menekan risiko bahaya bagi ekosistem dan kehidupan warga.

Pesan tersebut disampaikan oleh Gubernur Kaltara yang diwakili Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Nur Laila, S.Hut, M.Si, kala membuka Focus Group Discussion (FGD) Sinergitas Lintas Sektor dalam Pencegahan dan Penanganan Karhutla Kaltara 2026, yang digagas Aliansi Gema (Gerakan Masyarakat) Bulungan di Cafe D’Kafetaria, Rabu (30/9/2026).

Dalam pemaparannya, Laila menggarisbawahi bahwa penanganan karhutla tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan butuh keterlibatan aktif seluruh elemen. Sinergi ini vital untuk memelihara kelestarian alam sekaligus mengawal pembangunan berkelanjutan.

“Saya mengimbau agar upaya pencegahan karhutla diletakkan sebagai prioritas utama. Hal ini dapat direalisasikan lewat pemantauan sejak dini hingga penanganan kilat saat terdeteksi titik panas,” ujarnya mantap.

Ia turut menyerukan krusialnya pemahaman publik terkait dampak buruk karhutla. Kewaspadaan ekstra mesti ditingkatkan, terutamanya pada area yang tergolong rawan terbakar seperti kawasan lahan gambut.

“Setiap warga Kaltara diharapkan senantiasa memperhatikan norma perlindungan lingkungan dalam menjalankan seluruh aktivitasnya sehari-hari,” tambah Laila.

Lebih lanjut, ia menilai pemetaan akar masalah karhutla secara menyeluruh sangat dibutuhkan demi menyusun skema penanganan terpadu yang berfokus pada mitigasi, kesiapsiagaan, deteksi awal, penanganan cepat, hingga pemulihan area.

“Saya optimistis, berbekal kolaborasi lintas sektor yang solid, saluran komunikasi yang transparan, serta kepedulian masyarakat, kita sanggup melindungi hutan dan lahan Kaltara dari bahaya kebakaran,” tegasnya mengakhiri sambutan.

Lewat diskusi interaktif ini, pelbagai gagasan dan masukan dari pemerintah daerah, Forkopimda, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga elemen masyarakat luas diharapkan mampu mematangkan strategi aksi pencegahan karhutla yang aplikatif di lapangan. (*)